Posted by: senimanpeta | November 2, 2009

Lalu lintas..

art.economy.traffic.gi

Akhir-akhir ini saya merasa jalanan semakin terasa padat oleh kendaraan baik itu sepeda motor, mobil, truk maupun bis. Khususnya sepeda motor dan mobil pribadi. Seperti yang saya alami pagi tadi ketika berkendara menuju menuju tempat  berkarya. Jalur utama yang saya tempuh melintasi by pass Ngurah Rai terasa makin padat dan semrawut. Sekitar menjelang jam 09:00 pagi tadi saya melintas, dan jam itu termasuk jam padatnya. Karena bertepatan dengan waktunya orang menuju ke kantor atau tempat kerjanya masing-masing.

Agaknya yang memiliki sepeda motor maupun mobil semakin hari semakin banyak sementara kapasitas jalan tetap segitu-segitu saja. Itu yang saya perhatikan, setidaknya dalam kurun hampir 3, 5 tahun tahun terakhir terhitung dari saat saya merantau disini. Sempat bertanya-tanya bagaimana kondisi 1 – 2 tahun ke depan dengan tren jumlah kendaraan yang semakin meningkat. Terfikirkan rute  alternatif  yang perlu saya lalui menuju tempat berkarya bila jalur ini semakin padat saja. Dan terlintaslah perpaduan GIS dan GPS sebagai sarana yang besar harapannya bisa membantu. Dengan alat itu saya berfikir dan berharap akan bisa memberikan alternatif rute saat berkendara.

Tetapi beberapa saat kemudian saya membantahnya sendiri. Dalam pikiran saya itu, alat ataupun sarana  apapun juga tidak  akan berguna kondisi lalu lintas sudah sangat padat, semrawut dan sudah macet. Bagaimana ada pilihan rute yang terbaik bila kondisi lalu lintas sudah sangat parah?. Kita sudah terjebak didalam kondisi yang tiada pilihan selain menjalani kemacetan kemacetan dengan perasaan senang tidak senang berbaur menjadi satu. Menjalani hari-hari dalam kemacetan lalu lintas dengan sabar, rela waktu terbuang di jalan.  Dan itu sudah pilihan akhir, tiada alternatif lain yang bisa dipilih. Kecuali pilihan itu adalah untuk tidak pergi kemana-kemana, di rumah saja maka anda tidak perlu pusing. Sementara itu lama-kelamaan  kejadian-kejadian lalu lintas seperti di kota-kota besar dunia akan terjadi ditempat ini.

Lalu, lantas bagaimana?. Agar alternatif rute atau jalan keluar menghindar dari kemungkinan mendapati kesemrawutan bahkan terjebak kemacetan lalu lalu lintas?. Saran saya yang paling sederhana, berangkatlah lebih dini ke menuju tempat tujuan. Kalaupun dijalan anda mendapati kesemrawutan, kepadatan lalu lintas, macet dan seterusnya anda tidak terlambat sampai, dan kalaupun terlambat sedikit saja. Tapi ini sebetulnya bukan solusi jangka panjang.

Harus ada perencanaan dan manajemen lalu lintas. Baik infrastrukturnya, kendaraanya, semua perlu ditata. Saya pikir itu yang perlu mulai disadari dan diperhatikan semua orang. Memang ini tidak mudah, tetapi kalau menunggu dan semuanya tidak terkendali, kita semua akan terlambat. Dan alat-alat semacam GPS yang kini mulai marak dipasang dan dipakai dikendaraan itu tidak berguna sama sekali. Sekedar sebagai aksesoris yang keberadaannya sudah tidak signifikan. Jalanan macet semua, tidak ada  rute alternatif yang bebas dari macet.

Foto copyright by getty images diambil dari sini

Advertisements

Responses

  1. pindah bareng aku wae pak … 😀 kene ora ana macet kok


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: