Posted by: senimanpeta | September 2, 2009

Zona Waktu (bagian 1)

Demi waktu. Dimensi waktu memang misterius. Tapi saya tidak membahas masalah misteri kok. Meskipun tulisan saya berikut ini memang berkaitan dengan waktu. Berawal dari undangan ikut serta dalam presentasi lewat webex (www.webex.com). Kebetulan waktu itu undangan datang dari tim yang berada dibelahan bumi lain :). Mereka bilang presentasi dimulai jam 5 PM, busyet itu jam pulang kok malah ada acara. Saya sempat merasa hal ini tidak fair menurut saya. Eh ternyata mereka bilang posisi di zona waktu GMT – 7. Dan posisi saya waktu Indonesia tengah alias berada di GMT + 8.

Agak mikir lama, jam berapa ya presentasi tersebut diwaktu saya?. Ternyata setelah dihitung-hitung jam 5 PM ditempat mereka (GMT – 7) itu sama dengan jam 8 AM waktu Indonesia tengah (GMT + 8). Jadi disaat presentasi berlangsung, saya sudah dihari yang berbeda dengan yang presentasi, tepatnya lebih dulu. Kalau mereka di hari Senin jam 5 PM, saya sudah di hari selasa jam 8 AM alias 8 pagi. Wah fenomena waktu buat saya ini jadi menarik.

Di bumi ini, ternyata terdapat 24 zona waktu. Secara universal disepakati dimulai dari Greenwich, Inggris. Jadi ditempat itulah dimulai perhitungan zona waktu. Kemudian lahirlah terminologi GMT seperti yang saya sebut dimuka, yang kepanjangannya Greenwich Mean Time. Mengapa dikota Greenwich itu spesial ?. Usut di usut ternyata dari tempat itulah disepakati sebagai bujur 0 derajad. Wah ini ada hubungannya dengan peta lagi :). Bumi ini di diumpamakan bentuknya menyerupai bola kaki (bulat). Maka kelilingnya merupakan lingkaran, satu putaran penuh lingkaran adalah 360 derajad. Betul.? . Nah diawali dari Greenwich itulah 0 derajadnya.

Akhirnya mendasarkan dari pengertian di atas secara teoritis, pengertian tengah hari GMT adalah saat di mana sang surya melewati garis bujur 0 derajad itu dan pada titik tertinggi dilangitnya Greenwich. Tiap-tiap zona waktu berjarak 15 derajad. Kalau suatu lokasi itu letaknya setelah garis bujur 0 atau ke arah matahari tenggelam setiap 15 derajad berarti nanti dihitung sebagai GMT -1 dan seterusnya. Sebaliknya sebelum garis bujur 0 atau ke arah matahari terbit dihitung sebagai GMT + 1 dan seterusnya. Hal ini mengingat matahari terbit seolah-olah dari ufuk timur dan seolah-olah tenggelam diufuk barat. Padahal ini terjadi karena efek rotasi bumi saja. (Bersambung)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: