Posted by: senimanpeta | March 5, 2009

Mengenang Sekolah Senimanpeta

Blog terasa ndak terurus nih, juga karena 2 pekan traveling. Aduh…, anyway update kali ini sebagai bagian selebrasi hari bersejarah itu.
Hari itu saya lalui diperjalanan jadi baru kesampaian menulisnya 1 pekan sesudahnya. Sebelum akhirnya memutuskan upload tulisan ini ke blog, saya sempat bertanya-tanya. Apakah ini layak?, karena isinya terlalu spesifik kearah teknikal dunia senimanpeta. Namun disinilah letak seninya, senimanpeta ndak harus setiap saat menggunakan bahasa-bahasa, kata-kata yang cuma dimengerti oleh kalangannya saja. Mudah-mudahan apa yang saya tulis berikut bisa lebih dimengerti.

Cerita ini berawal dari arcedit;disp 4; editnamapeta goes here“; drawen all;draw. Itu apa? bahasa planet lain, bahasa mahluk ultra modern atau.. ?. Itu hanyalah sepenggal perintah (command) diperangkat lunak PC Arc/Info 3.5.1 yang pernah saya pergunakan di sekolah dulu. Perintah itu harus diketik dipromt perangkat lunak untuk sekedar menampilkan peta. Perangkat lunak itu begitu tersohor dijamannya. Kala itu ArcView GIS, ArcGIS belum ada dan belum populer seperti sekarang. Sistem Operasi Windows lagi mulai naik daun semenjak Windows 95 release…

Bisa dibayangkan, berapa deretan perintah untuk dapat mengotak-atik file peta. Baru disebut garang kalau hafal diluar kepala sekian perintah untuk beragam fungsi hehehe.. Di zaman ke-emasan DOS, orang juga harus ketik-ketik perintah untuk melakukan sesuatu dengan PC 486 DX yang legendaris. Masih ingatkah anda dengan floppy 3,5 inch dan yang lebih gede itu? Kapasitasnya kecil banget kalau dilihat dimasa sekarang. Coba dibandingkan dengan memmory stick 128 mb saja.., jauh dari levelnya.

Namun perkembangan teknologi komputer memicu perkembangan disana-sini, termasuk dunia senimanpeta. Pemutakhiran dan modernisasi membuahkan perangkat-perangkat baru yang lebih baik. Tentu saja menawarkan kemudahan-kemudahan ( meskipun juga tetap ada kelemahannya, kesempurnaan hanya kepunyaan-Nya). PC Arc/Info 3.5.1 digantikan oleh generasi ArcView 3x, kemudian saat ini sudah keluar ArcGIS 9.3. Sekitar 1 dekade perkembangan itu berlangsung, terasa sekali perubahan alat-alatnya. Belum lagi opensource GIS juga menggeliat menawarkan perangkat lunak yang gratis. Tilik saja Quantum GIS, SAGA, DIVA dan seterusnya. Wah banyak sekali…., banyak pilihan dan kemudahan. Garang ya kalau punya perangkat lunak mahal?. Waktu itu guru bilang itu hanya alat. Intinya bisa digunakan membantu membuat peta. Memang beliau-beliau nggak nanya hal-hal teknis macem begitu. Yang ditanya adalah produknya.., konsep dan petamu bisa “berbicara” apa tidak..

Dan memang benar, zaman itu ndak ada ujian menghafal perintah PC Arc/Info dan DOS saat mata kuliah membuat peta. Kalau ada ujian menghafal begitu, tentu semua mengulang berkali-kali baru lulus. Ujian sebenarnya adalah kamu bisa bikin peta apa tidak?, mana buktinya? tunjukkan..dan apa manfaat petamu..?

Seperti kehidupan ini yang bergulir, pertanyaan akan terus ada, menjawab pertanyaan juga akan terus ada, sampai pada ujung waktunya.

Mengenang 5th lulus dari sekolah senimanpeta

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: