Posted by: senimanpeta | February 11, 2009

Banyak Berlatih Tambah Canggih..

Ada pengalaman yang bagi saya membuka kembali wawasan lama. Walau tak sepenuhnya wawasan itu kembali. Beberapa waktu lalu diajak seorang kenalan untuk keliling memeriksa pekerjaan yang sedang berlangsung.
Kenalan saya ini orang yang biasa mengerjakan konstruksi layaknya DPU itu.  Misalnya menggali gorong-gorong saluran limbah, konstruksi sipi dan seterusnya.
Setibanya di satu lokasi, kenalan saya tadi memeriksa pekerjaan crewnya. Waktu itu pompa airnya ngadat, air menggenangi konstruksi yang sedang dibuat. Saya awam dengan konstruksi, taunya itu cor-cor beton, keras dan entah apa fungsinya. Saya sama sekali tidak tertarik melihat konstruksi itu karena terlihat aneh, seperti cor kubangan dibawah tanah. Saya malah tertarik memandangi singkapan tanah bekas penggalian. Terlihat ada gradasi warna tanah dari lapisan atas ke arah bawah. Jadi samar-samar ada perubahan warna dan tekstur tanah. Ingatan saya terbang kembali ke beberapa tahun lampau, saat kerja lapangan. Mencoba mengingat dan menirukan gaya guru sedang mendiskripsikan tanah, baik dari tekstur sampai ke detilnya.

Sengaja saya kemudian turun, mengambil secuil lapisan tanah, meremas-remas dan mencoba merasakan tekstur berharap bisa mendiskripsikannya. Tetapi ternyata tak mudah, lama sudah pelajaran itu berlalu, dan sudah sekian lama tidak dipraktekan apalagi digunakan. No idea…, hanya kebayang, lokasi itu cuma beberapa ratus meter dari tepi pantai, namun tanahnya tidak berpasir, masih seperti daerah yang jauh ke dalam ke arah daratan utama. Debit airnya besar.., karena ketika pompa air crew kenalan saya itu mogok, air dari kiri-kanan konstruksi merembes sehingga konstruksi itu jadi tergenang. Jadi seolah sumur air. Jenis tanahnya?. Sepertinya perlu bawa sampel tanah ke Lab. Begitu hibur saya pada diri sendiri. Dan kemudian mengambil kesimpulan, ilmu tanahnya telah terselip, karena tidak digunakan. Seperti pisau tak di asah tak mempan untuk memotong. Agaknya more practice more excellent itu benar adanya.

Advertisements

Responses

  1. Hehehe Ilmu tanah memang saat kuliah dulu sering disepelekan, semisal Segitiga tekstur dan lainnya itu. Saya saja kalau saat ini tiba2 ditanya tentang ‘tanah’ akan saya jawab dengan; Pertanyaan saudara telah kami catat dan akan kami bahas lebih lanjut.

    Lho mas ini sekarang kerja di mana toh?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: