Posted by: senimanpeta | November 2, 2008

Perjalanan panjang itu pun ada ujungnya

Setelah mengetahui perjalanan menuju basisdata itu panjang. Ibarat orang yang melancong, mengembara , travelling atau apalah sebutannya, ternyata akan terasa lebih nyaman dan menyenangkan kalau ada temannya. Perjalanan panjang menuju basisdata itu butuh partner, butuh gotong royong, butuh kerjasama dengan orang lain atau tim lain. Kalau ada yang ingin tampil dan ingin terkenal karena melakukan hal ini, lebih baik jangan, daripada akan ditertawakan. Kalau saya disuruh sendirian juga mboh  kuat apa tidak kok..hehehe, berdarah-darah mungkin.  Tetapi ya tetap perlu dikerjakan to. Kalau mendengar cerita teman saya dari negara sebelah, mereka berdua saja kalo lagi turun ke lapangan dibantu tukang angkut dan pemandu jalan, dua rekannya jaga dikantor. Katanya  mereka berempat bertanggung jawab area yang berstatus negara..!! I said Bravo to them..

 

Menurut saya pekerjaan ini butuh endurance karena sifatnya long term. Tidak sehari-dua hari selesai atau sebulan-dua bulan beres. Dari pandangan saya, itu butuh komitmen, ketekunan bahkan pengorbanan. Apalagi pada posisi mengkoordinasi menuju goal basisdata, perjuangannya lebih keras. Pekerjaan-pekerjaan seperti kontrol kualitas, urusan metadata, protokol data sharing, ngobrol sana-sini untuk cari informasi dan juga turun langsung ke lapangan bila diperlukan akan seperti makanan sehari-hari. Plus siap menerima dan menjawab pertanyaan apapun seputar data itu sendiri.

 

Kalau menilik secara konseptual ke dalam tubuh SIG, basisdata juga baru merupakan salah satu komponen. Sebagai salah satu komponen diantara komponen lain penyusun SIG yaitu : perangkat keras, perangkat lunak, metode analisis dan orang . Maka basisdata itu tidak bisa dipisahkan. Dan tentu tidak akan berarti atau ”berbunyi” tanpa komponen lain. Dengan perkataan lain hanya akan menjadi  kumpulan data saja bila tanpa ”sentuhan” orang dengan dukungan perangkat keras, perangkat lunak dan metode analisis. Membuat data itu ”berbunyi” itu juga bukan perkara mudah. Membuat perangkat keras, perangkat lunaknya pun juga tidak gampang. Dan, membuat ”orang”  itu bisa  mampu menggunakan itu juga perlu waktu, training atau apalah… Satu bagian menopang bagian lain, terjalin menjadi satu kesatuan.

 

Whelah, jadi prinsip gotong royong yang dicanangkan simbah-simbah dulu memang benar. Saya kira tidak hanya mengerjakan SIG yang perlu gotong royong, saya yakin pekerjaan yang lain pun butuh dikerjakan bersama-sama. Dan yakin, semua pasti ada ujungnya, hasil yang diyakini sebagai hasil bersama. Ada yang mau ikut gotong royong..? yuk.. yuk..

Advertisements

Responses

  1. nek golek ojob piye dab? mosok gotong royong? hehehe

  2. kamsudnya proyek? mau cari benefit silahkan.., tapi hasilnya boleh diketahui, jadi tidak double mapping, trus data bisa dishare tidak?, kalau ada yang butuh dan harus mengganti ongkos, berapa itu?, semuanya jelas, kalo perlu pake MoU.., asal jangan cuma diem.., datanya bisa mambu hehehe..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: