Posted by: senimanpeta | September 11, 2008

User Friendly..oh

Sudah menjadi salah-satu hal yang paling dikritisi oleh semua orang ketika ada developer perangkat lunak, database, perangkat keras merilis produknya. “Ha ini kok rumit, susah dioperasikan”, “Ini susah saya pahami..!”, dan seterusnya dan seterusnya. Intinya komplain deh..

Saya percaya, para developer melakukan riset panjang untuk bisa menghasilkan produk. Dan saya yakin mereka juga berfikir ingin membuat sesederhana mungkin. Istilahnya user friendly, gitu. Tetapi tetap saja tak ada gading yang tak retak. User friendly ini memang kalo boleh saya bilang case sensitive. Tiap orang mungkin punya perspektif yang berbeda. Misalnya, handphone merk N menurut si Anu, lebih gampang dioperasikan ketimbang merk S, merk L dan merk lain-lainnya. Itu menurut si Anu. Menurut si Anu-Anu, semua merk N dan S mudah dioperasikan, kecuali merk L. Designnya katanya juga lebih mutakhir. Lain lagi menurut si Anu-Anu-Anu, semua merk mudah dioperasikan, semua sudah ada didalam buku petunjuk. Jadi mana yang bener sih..???.

Kok menurut saya, user friendly ini relatif, menurut kebiasaan. Jadi kalau sudah dipelajari petunjuknya, biasa mengoperasikan ya lama-lama jadi friendly. Seperti sebuah persahabatan/pertemanan. Pepatah bilang tak kenal maka tak sayang. Lah kapan bisa jadi friendly wong kenalan aja tidak. Langsung apriori si itu ndak asyik, si itu begini dan begitu. Misalnya saya sebagai seorang developer perangkat lunak, atau sedang merancang sistem basisdata, menuruti beragam isi kepala pengguna saya juga akan sakit kepala menyusun struktur, belum lagi codingnya. Lha struktur menurut si Anu begini, si Anu-Anu begini, codingnya bakal lain-lain, kalau si Anu-Anu itu ribuan jumlahnya, ribuan juga struktur, codingnya, kemudian kapan jadinyaaaaaa !!!.

Harga mahal untuk sebuah user friendly. Kadang sebuah perusahaan melakukan riset jutaan dollar untuk mendapatkan desain produk yang memenuhi standard user friendly yang bagi saya tidak ada ISO-nya. Kalau masih dirasa sulit, baca manualnya, petunjuknya. Bisa juga tanya customer servicenya. Apa gunanya kalau tidak untuk mempermudah para pengguna..?

Yang terpenting semua juga harus mau belajar memahami. Entah itu sistemnya, cara kerjanya dan seterusnya. Jangan sedikit-sedikit mengeluh ini tidak user friendly, anulah, itulah. Boleh dong sekali-kali melihat sebuah sistem diciptakan latar belakangnya apa?, objectivenya apa?. Jangan-jangan ternyata diri kita yang malas belajar. Wis.

Advertisements

Responses

  1. bisa juga sih friendly-nya cuma sama sang developer. bagi saya, peranti keras dan lunak yang bagus itu bisa dijalankan oleh pengguna secara intutif, tanpa membaca buku panduan 🙂

  2. anu-nya banyak, hihihi
    *ditabok!*

  3. user riwil

  4. wah gak ada yang gak user prenli…. hanya soal kebiasaan dan KEMAUAN!
    😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: