Posted by: senimanpeta | July 24, 2008

Pemetaan partisipatif, bisa nggak yach.???

Sebetulnya cerita ini muncul karena ada rekan saya yang rolenya sebagai data node manager. Rekan saya tadi sedang bekerja keras merancang database untuk skala regional. Kemlinthi ya?.

Kalo ditanya,  mana datanya sih? kok belum kelihatan? akan sebesar apa databasenya?. Sabar, ini baru dirancang rumah datanya, datanya pelan-pelan baru dikumpulkan. Sendirian???? Bisa teler…

Saya kok jadi kepikiran bagaimana membantunya, meskipun role saya tidak dibawah dia. Wheh ikut-ikutan  kemlinthi ki..? Ya cuma merasa sayang kalau ide cemerlang model itu tidak didukung secara positif. Mak nyus idenya, apa lagi kalo sudah ada wujudnya pasti sangat bermanfaat.

Sekarang kita berandai-andai. Boleh dong. Bagaimana seandainya kalo kita-kita dan poro konco spasial diluar sana bisa rame-rame gotong royong memetakan. Ya gratisanlah.., ndak punya data shapefile ya kasih informasi yang kemudian bisa dispasialkan atau paling parah ya bagaimana yang diketahui saja deh. Disela-sela kepadatan aktivitas konco-konco spasial dan konco-konco laen, bisa dong?. Andaikan yang diperlukan itu data penduduk, bisa tidak ya poro konco spasial itu memulai dari kampungnya masing-masing, banjarnya masing-masing, semampunya. Nah data itu semua nanti diberikan data node manager sebagai orang yang akan menyortir, menstandarisasi dan mendokumentasikannya dengan tertib. Wah ngimpi, mana ada ya gratisan di jaman serba duit ini?. Yach namanya aja pemetaan partisipatip, sementara yar we sik (bayar dewe = bayar sendiri).

Begitu pula dengan tema kawasan konservasi, tema spesies terancam punah, tema kawasan rawan bencana, pariwisata apa sajalah poro konco spasial juga bisa melakukannya. Rame-rame kita petakan, kita dokumentasikan dan kita publikasikan dengan atas nama bareng-bareng dong nanti, tahun depan boleh, depannya lagi juga boleh. Yang penting kita mulai bareng. Ayok..

Biar ndak mumed, 1 tema ada satu data nodenya. Misalnya tema kawasan konservasi, Paijo data nodenya, kemudian tema kawasan rawan bencana si Parmin, whalah biasa saja to. Membuka lapangan kerja iki, bagi yang kekurangan gawean bisa tambah gawe, yang belum punya bisa nyambut gawe, yach etung-etung latihan to. Bisa nggak sih model partisipatif ini dijalankan?. Kalo belum dicoba, ya belum kelihatan. Wis.

Advertisements

Responses

  1. Bisa!!!
    Tapi ya itu, pakai acara babak belur di awal 😀

  2. Ora weruh mas, apa partisipasi iku artine ngawe kroyoan bareng karo konco-konco po piye jal.

  3. akankah partisipatif jadi tren sesaat?
    😀

  4. sepertinya dalam nih.
    Wah mas this is my first time mampir nang kene.
    Blognya bahas ttg peta saja? atau dll?

    kapan2 bahas ttg infografis. sudah pernah blom? main ke blog sy

    salam kenal

  5. ya semoga tidak tren sesaat, krn pengumpulan data, up date data itu never ending selama masih ada kehidupan, ya to?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: